Efek Celah Busi Pada Performa, Standar Paling Ideal

image

Perfoma mesin sangat tergantung
dari kesempurnaan proses
pembakaran dalam silinder. Dimana
keberhasilan itu ditunjang bunga api
busi. Apakah jarak loncatannya
mampu membakar semua aliran
gas bakar dari karburator yang
sistem dan waktunya sudah diatur
CDI dan koil.
Nah, untuk mengetahui kemampuan
mesin dipengaruhi loncatan api busi
tadi, Em-Plus dibantu Suwandi,
mekanik NY Motor di Jl. Pangkalan
Jati, Pondok Labu, Jakarta Selatan.
Melakukan tes perfoma mesin
dengan cara mengatur celah atau
gap busi di motor standar. Mulai
dari posisi gap sangat rapat, standar
hingga yang paling renggang
sekalipun.
Dari hasil tes, gap busi yang
dilakukan di bebek Suzuki Smash
Titan 115 dapat disimpulkan. Untuk
gap jarak busi sangat rapat dari
ukuran standar atau lebih dekat ke
elektroda, yang terjadi mesin agak
sulit dihidupkan pastinya. Kalaupun
bisa hidup, akselarasi sering
tersendat-sendat. Bahkan di rpm
idel, tak jarang mesin mati
mendadak.
Sebaliknya bila gap busi dibikin
sangat renggang atau di atas 0,7
mm untuk ukuran standar Smash
Titan 115. Performa mesin memang
sedikit lebih enak atau ringan
dibanding gap busi standar. Idelnya
normal, namun pada saat mesin
diajak bergasing tinggi, dari bagian
dalam silinder terdengar suara
gemericik mirip knocking tapi halus.
Artinya, gap busi standar adalah
yang ideal. Mesin mudah nyala,
performa tetap optimal dan tidak
boros bensin. Dan hasil tes ini bisa
jadi acuan pemilik motor dalam
menentukan gap busi agar lebih
memperhatian kondisi mesin,
sehingga pencemaran udara bisa
diminimalisasi.

Sumber :
(motorplus-online.com)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s