Prosedur Safety Riding Semoga berguna.. kalo ada yg salah mohon di koreksi…

please Read This carefully before you
ride !!!
STANDAR KONVOI
ini adalah panduan sederhana tentang
konvoi tapi lebih baik kita sebut
sebagai penyeragaman atau
standarisasi konvoi supaya ritme
touring mudah dibentuk, terhindar
dari kesan arogan dan tetap tidak
mengganggu hak orang lain. yang
paling penting dan perlu diingat
adalah konvoi touring biker adalah
bukan konvoi VVIP.
# motor dalam keadaan baik secara
keseluruhan
# mental dan fisik biker maupun
boncenger dalam keadaan fit secara
keseluruhan
# patuhi semua standar SAFETY RIDER
# datang tepat waktu baik di start
point ataupun di meeting point
# masuk dalam klotur (kelompok
touring) yang telah ditentukan
TATA CARA PEMBERANGKATAN :
hal ini berlaku untuk setiap
pemberangkatan baik dari start point
dan setiap stop point (check point,
emergency stop, dll) yang ditentukan
oleh RC (road captain)
# RC memberikan tanda siap
berangkat dengan menghidupkan
mesin motornya dan
memposisikan motornya sebagai RC
(terdepan)
# peserta mengikuti dengan
membentuk barisan 1 (satu) kolom
dan ditutup oleh Sp (sweeper)
# RC memberikan tanda akhir siap
berangkat (lihat hand code) diikuti
oleh peserta yang sudah siap
# Sp memberikan tanda konfirmasi
siap berangkat kepada RC (lihat horn
code)
TATA CARA KONVOI :
# dibagi dalam beberapa klotur
dengan maksimum peserta 40 motor
per klotur
# tidak membentuk garis lurus dengan
motor didepannya
# posisikan motor lebih ke kanan atau
ke kiri terhadap motor didepan
untuk memberikan jarak menghindar
bila terjadi pengereman mendadak
# atur jarak aman sesuai kecepatan
# pastikan kecepatan tidak melebihi 80
kpj
# tidak melanggar lampu merah
# teruskan pesan hand code (kode
tangan) dan foot code (kode kaki)
kepada peserta dibelakang
# nyalakan lampu penerang jalan
(lampu dekat)
# hidupkan lampu hazard (opsional)
# tidak menggunakan lampu strobo
ataupun flip-flop
# tidak menggunakan sirine ataupun
pengeras suara
# tidak membunyikan klakson
terhadap hal yang tidak perlu atau
sudah diwakili oleh RC
# tidak saling mendahului
# pendengaran tetap dominan
terhadap kondisi sekitar
# usahakan selalu dan tetap tenang
# tidak meninggalkan peserta yang
mengalami masalah (troble) dijalan
TATA CARA DI LAMPU LALU LINTAS
(LALIN) ATAU DI PERSIMPANGAN :
# RC mengurangi kecepatan terutama
saat lampu menyala kuning untuk
menghindari putusnya konvoi
# tetap dalam konvoi kecuali
ditentukan lain oleh RC
# tidak menerobos lampu merah
sekalipun konvoi harus terputus
TATA CARA KONVOI TERPUTUS :
# Sp memberikan pesan horn code
(kode klakson)
# RC mengurangi kecepatan
# setelah bebas dari hambatan,
peserta
yang terputus bersama Sp
mengejar konvoi dalam kecepatan
aman max. 80 kpj
# setelah semua bergabung kembali
Sp kembali memberikan horn code
TATA CARA MENGHALAU PENYUSUP :
# maksimalkan jarak motor dengan
motor didepannya sesuai kecepatan
# berikan tanda dan berikan jalan
untuk mendahului kepada calon dan
penyusup
# Sp berusaha mengeluarkan
penyusup dengan cara-cara yang baik
TATA CARA PESERTA MENGALAMI
MASALAH :
# peserta berikan tanda darurat
mohon berhenti jika memungkinkan
# RC memberhentikan konvoi
# Sp advice RC bila tidak mengetahui
# Sp atau salah satu peserta memberi
tanda kepada klotur berikut
# tidak meninggalkan peserta dijalan
dalam situasi apapun
# tidak meninggalkan peserta sendirian
atau lebih baik lagi pending klotur
BILA TERJADI KECELAKAAN MINOR
INJURED :
# Sp memberikan tanda kepada klotur
berikutnya untuk tidak berhenti
# korban dirawat sementara
# bawa korban ke balai pengobatan
terdekat bila perlu
BILA TERJADI KECELAKAAN MAJOR
INJURED :
# parkir semua motor di lokasi aman
(ditunggui salah satu peserta bila
perlu)
# semua peserta mengamankan TKP
dan atur lalin
# Sp memberikan tanda kepada klotur
berikutnya
# evakuasi dipimpin langsung oleh RC
# RC broadcast berita dan
# wajib stop touring
BILA TERJADI MOGOK :
# klotur emergency stop
# ditangani oleh peserta yang mengerti
# RC cari bengkel terdekat bila tidak
bisa ditangani peserta
# antar dan kawal motor ke bengkel
terdekat
HAND CODE (KODE TANGAN)
# Tangan Kiri terkepal diatas helm
dengan jempol menghadap kebawah:
Kode emergency dengan
kendaraannya atau kondisi emergency
lainnya. Wajib direspon petugas atau
kawan dibelakangnya dengan klakson
panjang.
# Tangan kiri/kanan direntangkan
sudut 45 derajat disamping badan
dengan posisi telapak menghadap
kebelakang:
Ada handicap berupa orang/
kendaraan berhenti di sisi kanan/kiri.
# Tangan Kiri/Kanan direntangkan
sudut 45 derajat memberikan tanda
jempol:
Kondisi sudah OK dan perjalanan bisa
dilanjutkan.
# Tangan Kiri diangkat lurus keatas
dengan jari telunjuk diacungkan (satu
jari)
Barisan satu berbanjar kebelakang
dengan posisi zig zag, dimulai dengan
anggota terdepan dibelakang RC
mengambil posisi sebelah kiri belakang
RC, kedua di sebelah kanan belakang
anggota pertama dan seterusnya
dengan jarak lebar kira2 sebatas bahu
kiri & kanan RC/anggota depannya.
# Tangan Kiri diangkat lurus keatas
dengan jari telunjuk & jari tengah /
jari telunjuk & jari kelingking (dua jari)
diacungkan:
1. Barisan berbaris sejajar 2 berbanjar
kebelakang. (khusus digunakan
untuk konvoi dalam kota/kondisi
jalan padat agar rombongan tidak
terpencar serta pada saat masuk
kesebuah lokasi)
# Tangan kiri diatas helm melakukan
gerakan melingkar:
Rombongan berputar arah.
# Tangan kiri diangkat ditekuk sebatas
kuping dengan telapak tangan
mengepal:
Rombongan berhenti (lampu merah)
# Tangan kiri diangkat lurus keatas,
diayunkan kedepan dengan telapak
tangan terbuka:
Rombongan berjalan kembali.
# Tangan kiri diangkat lurus keatas,
telapak tangan terbuka menghadap
kekuping dan diayunkan keluar-
kedalam:
Rombongan satu banjar kebelakang
merapat satu baris dari posisi zig zag.
Biasanya kode ini dilakukan pertama
oleh RC bila rombongan akan
menyusul kendaraan atau jalanan
sempit/gang.
# ancungan jempol = salam
brotherhood
# Tangan Kiri diangkat lurus keatas
dengan lima jari = konvoi bubar untuk
kembali bergabung setelah melewati
rintangan (macet)
# menunjuk arah = siap-siap berbelok
ke arah yang ditunjuk
FOOT KODE (KODE KAKI)
# turunkan kaki kiri = menunjukan
adanya handicap/halangan dijalan
berupa lubang atau con atau
pembatas jalan dan lain2 yang berupa
benda mati disebelah kiri.
# turunkan kaki kanan = menunjukan
adanya handicap/halangan dijalan
berupa lubang atau con atau
pembatas jalan dan lain2 yang berupa
benda mati disebelah kanan.
# turunkan kedua kali = menunjukan
jalanan rusak, bergelombang, marka
melintang, rel kereta api, polisi tidur….

Semoga bermanfaat ….
Keep Safety on the Road….

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s